Artikel Diklat

SMART BOOK JURNALISME PRESISI 2020

Jumat, 18/12/2020 00:00 A.ridwan

 01KATA PENGANTAR Pada masa terpaan media yang sangat masif dewasa ini, media massa harus mengubah strateginya agar tidak ditinggal audiencanya. Banyak media massa yang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu memenuhi kebutuhan khalayak akan informasi yang cepat dan akurat. Tak terkecuali Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia – LPP RRI.Informasi yang berbasis pada data atau hasil penelitian sebenarnya mulai dikembangan RRI pada tahun 2017 an, yaitu saat mulai dilakukannya survey Jurnalisme Presisi. Hanya saja hasil survey ini, dinilai kurang representative mewakili populasi. Sehingga hasilnya tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan siaran pembaritaan.Setelah dilakukan identivikasi permasalahan, maka dapat diketahui penyebabnya adalah tidak adanya mekanisme standar yang digunakan untuk survei Jurnalisme Presisi. Mekanisme dimaksud, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dalam sebuah proses suatu survei.Smartbook ini, akan mengatur mekanisme atau tahapan yang harus dilakukan dalam survei Jurnalisme Presisi. Apa, siapa, bagaimana dan bertanggungjawab pada siapa, terdeskripsi dalam smartbook ini. Dengan demikian hasil dari survey Jurnallisme Presisi ini secara ilmiah dan mengacu pada agenda setting, dapat menjawab kebutuhan publik akan informasi yang baik dan benar.Di sini RRI sebagai media massa besar dan tertua, memainkan peranya yaitu dengan melakukan keahlian komunikasi informasi yang baik. Keahlian itu adalah, kemampuan mencari informasi, kemampuan02menganalisis dan mengevaluasi, serta kemampuan mengomunikasikan informasi secara efektif. Dengan menggunakan Jurnalisme Presisi yang mengandalkan penelitian untuk mengonfirmasi isu, kredibilitas data menjadi alat interpretasi masyarakat atas apa yang mereka baca atau dengar dalam berita berbentuk basis data yang akurat.Hal inilah yang akan mewujudkan visi RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang terpercaya dan mendunia.Smarbook ini memuat tahapan pelaksanaan Jurnalisme Presisi RRI sekaligus panduan operasional yang bagi Bidang Litbang Puslitbangdiklat LPP RRI dan semua pihak terkait yang harus diacu, dan menjadi standar kerja.Terimakasih disampaikan kepada semua jajaran Dewan Pengawas dan Jajaran Direksi, serta semua pihak yang berkontribusi besar bagi lahirnya smartbook atau panduan operasional ini.Semoga, smarbook pelaksanaan Jurnalisme Presisi RRI ini bermanfaat untuk kemajuan RRI. Jakarta, November 2020Kapuslitbangdiklat LPP RRI Drs. Adi Pramono, M.Si  03  TRI PRASETYA RRI o Kita harus menyelamatkan segala alat siaran radio dari siapapun yang hendak menggunakan alat tersebut untuk menghancurkan negara kita dan membela alat itu dengan segala jiwa raga, dalam keadaan bagaimanapun dan akibat apapun. o Kita harus mengemudikan siaran RRI sebagai alat perjuangan dan alat revolusi seluruh bangsa Indonesia dengan jiwa kebangsaan yang murni, hati yang bersih dan jujur, serta budi yang penuh kecintaan dan kesetiaan kepada tanah air dan bangsa. o Kita harus berdiri di atas segala aliran dan keyakinan, partai, atau golongan dengan mengutamakan persatuan bangsa dan keselamatan negara serta berpegang pada jiwa proklamasi 17 Agustus 1945. 04VISI DAN MISIA. VisiVisi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia adalah Terwujudnya RRI sebagai LPP yang terpercaya dan mendunia.B. Misi Radio Republik Indonesia Misi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia adalah sebagai berikut.1. Memenuhi hak warga negara memperoleh berita dan informasi yang obyektif dan akurat.2. Memenuhi hak warga negara memperoleh siaran yang mencerdaskan, mencerahkan dan memberdayakan serta berpihak kepada kelompok rentan dan disable.3. Menyelenggarakan siaran yang menjamin kebhinekaan dan Identitas Nasional4. Menyelenggarakan siaran hiburan yang sehat.5. Meningkatkan layanan dan jangkauan siaran yang mudah di akses masyarakat di daerah perbatasan, terpencil, terluar dan pesisir.6. Memperkuat siaran luar negeri untuk mempromosikan Indonesia beserta Ideologi Pancasila dan menghadirkan Dunia ke Indonesia sesuai dengan politik luar negeri.7. Mengoptimalkan teknologi penyiaran untuk mendukung terselenggaranya siaran RRI yang mampu menjangkau seluruh wilayah NKRI dan dapat di akses oleh masyarakat dunia.8. Meningkatkan kualitas tata kelola LPP RRI sesuai dengan prinsip good public governance.9. Mengembangkan SDM professional.10. Mengembangkan strategi komunikasi dan promosi.0511. Mengoptimalkan potensi yang dimiliki RRI sebagai sumber pendapatan sesuai aturan perundangan yang berlaku.C. Sasaran StrategisPada 2017, Direktorat Program dan Produksi selain melaksanakan tugas-tugas rutin sesuai dengan tugas dan fungsi, juga mencanangkan 11 program/kegiatan sebagai penjabaran dari tujuan dan sasaran strategis sebagaimana ditetapkan dalan Rencana Strategis LPP RRI Kesebelas program/kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :1. Memproduksi dan menyiarkan berita yang objektif dan akurat. Objektif berarti bahwa berita harus faktual, berdasarkan kenyataan yang ada, dan berpatokan pada informasi yang benar. Akurat berarti bahwa berita tidak hanya menampilkan fakta, tetapi juga pendapat berbagai narasumber yang relevan.2. Memproduksi dan menyiarkan program siaran pendidikan yang mencerdaskan, mencerahkan, dan memberdayakan.3. Memproduksi dan menyiarkan program siaran yang berpihak kepada kelompok rentan dan keadilan informasi bagi seluruh masyarakat. Berdasarkan pasal 5 ayat 3 UU No 39/1999 yang termasuk kelompok rentan adalah orang lanjutusia, anak, fakir miskin, perempuan, minoritas dan penyandang cacat atau disabilitas.4. Memproduksi dan menyiarkan program siaran budaya yang mencerminkan identitas dan pluralitas bangsa.5. Memproduksi dan menyiarkan program siaran budaya yang menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan kepentingan nasional.6. Memproduksi dan menyiarkan program siaran yang mendorong terjadinya dialektika antara budaya lokal, regional, nasional dan internasional.067. Memproduksi dan menyiarkan program siaran hiburan yang sehat.8. Meningkatkan layanan siaran di wilayah perbatasan, terpencil, terluar, dan pesisir9. Memproduksi dan menyiarkan program siaran luar negeri yang mampu berfungsi sebagai bagian dari diplomasi publik sesuai politik luar negeri Indonesia.10. Memproduksi dan menyiarkan program siaran luar negeri yang merepresentasikan identitas bangsa dan negara melalui bahasa dan budaya serta ideologi Pancasila.11. Memproduksi dan menyiarkan program siaran yang menghadirkan dunia guna mendorong kemajuan Bangsa Indonesia. 07KEBIJAKAN PENYIARAN LPP RRI  1. Kegiatan penyiaran ditujukan untuk memberikan informasi, pendidikan, dan hiburan melalui berbagai program siaran yang diharapkan memperkaya wawasan dan mendorong keikutsertaan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjadi wahana kontrol sosial.2. Kegiatan siaran berita, harus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.3. Kegiatan penyiaran harus memberikan ruang kepada kelompok minoritas, kelompok khusus, perempuan, dan anak.4. Kegiatan penyiaran harus dilakukan dengan kreatif dan berkualitas tinggi.5. Kegiatan penyiaran harus memberikan peluang bagi pengembangan kreativitas dan inovasi masyarakat serta nilai- nilai kearifan lokal.6. Kegiatan penyiaran harus menjadi wahana pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional.7. Kegiatan penyiaran harus mendukung integrasi nasional, kedaulatan NKRI, dan menjaga citra positif bangsa di dunia internasional.8. Kegiatan penyiaran berpedoman pada Pedoman Perilaku Penyiaran/Standar Program Siaran (P3SPS) Komisi Penyiaran Indonesia.9. Kegiatan pengembangan siaran diarahkan untuk me-layani08seluruh lapisan masyarakat, demi penguatan karakter bangsa. Jurnalisme presisiDari Wikipedia bahasa Indonesia Jurnalisme presisi adalah kegiatan jurnalisme yang dibarengi kegiatan penelitian terhadap isu-isu yang diangkat dengan menggunakan metode penelitian sosial empiris sehingga hasil jurnalistik dapat dibuktikan secara ilmiah dan bukan penilaian subjektif semata (objektif). Meyer (1991) berpendapat bahwa dalam aspek jurnalisme harus memiliki karateristik seorang ilmuwan, yaitu skepticism, opennes, an instict of operationalization, a sense of the tentatieness of truth dan parsimony yang dilakukan dalam penelitian.Kegiatan jurnalistik tidak boleh lepas dari keahlian komunikasi informasi yang baik, menurut Wurman (1989) dalam Meyer (1991), tiga keahlian tersebut adalah kemampuan mencari informasi, kemampuan menganalisis dan mengevaluasi, kemampuan mengomunikasikan informasi secara efektif. Dengan menggunakan jurnalisme presisi yang mengandalkan penelitian untuk mengonfirmasi isu, kredibilitas data menjadi alat interpretasi masyarakat atas apa yang mereka baca dalam berita berbentuk basis data yang akurat.Dalam konteks jurnalisme presisi, pencarian basis data sendiri adalah kegiatan jurnalistik yang melihat data sebagai sumber fakta yang kemudian digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan yang nantinya diangkat dalam bentuk berita (Demers & Nichols, 1987)A. Tahapan09Jurnalisme yang mengandalkan penelitian untuk verifikasi informasi juga memerlukan tahapan (Demers & Nichols, 1987). Tahapan tersebut antara lain:1. Proses riset = meliputi serangkaian kegiatan seperti pendefinisian isu, menentukan kerangka teori dan rujukan kepustakaan, memformula desain liputan, pencarian dan pengumpulan data, pengolahan data, pembahasan data.2. Penulisan Jurnalistik = mengubah hasil penelitian ke dalam bentuk wacana jurnalistik yang mudah dipahami masyarakat awam dalam bentuk berita yang tidak melupakan kaidah berita serta nilai berita. B. TujuanMenurut David Pears Demers & Suzzane Nichols (Demers & Nichols, 1987), tujuan jurnalisme presisi adalah untuk menjauhkan jurnalisme dari bias politik. Contohnya dapat dilihat dari keadaan di Indonesia hari ini yang masih relevan, bahwa hasil tulisan jurnalistik di media Indonesia sudah berpihak pada beberapa kubu tertentu sehingga isi berita pada media cenderung menguntungkan/menjatuhkan beberapa politisi/kubu tertentu terutama pada saat Pilpres 2019. Berikutnya, tujuan jurnalisme presisi adalah untuk menjaga prinsip kerja jurnalisme, yaitu objektifitas (Demers & Nichols, 1987). Objektifitas dalam definisinya adalah melaporkan kebenaran dan mereplikakan peristiwa.Cranberg dalam Meyer (1991) menjelaskan bahwa penggunaan sains dalam penyebaran informasi ini dapat membuat hasil jurnalistik lebih sistematis, terkomposisi dengan lebih rapi dan dapat didistribusikan pada masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami suatu isu lewat perspektif pengetahuan yang akurat. KonsepMenurut Demers & Nichols (1987) Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus jurnalisme presisi yakni :1. Karakteristik penduduk terdiri dari demografi seperti jenis kelamin, pendidikan, umur, penghasilan, profesi, tempat tinggal dan lainlainnya.2. Sikap, posisi atau pendapat individu mengenai suatu isu.3. Kepercayaan, keyakinan mengenai baik buruknya suatu objek.4. Tingkah laku, mengenai sesuatu yang dilalukan oleh tokoh atau figur publik dalam hal tertentu.C. KaidahDalam jurnalisme presisi terdapat kaidah-kaidah yang harus diperhatikan di antaranya adalah : 1. Kaidah metodologi, merupakan cara dalam mengintepretasikan data secara akurat, analisis data survei dan analisis isi atau dokumen.2. Kuantifikasi atau realita, dapat menganalisis populasi atau sampel demografis, sikap, opini dan preferensi.3. Teknik pengukuran, yakni menarik kesimpulan dalam statistik untuk kepentingan publik4. Penilaian atas fakta, memberikan data yang disimpulkan dari fakta dan bersifat newsworthy.D. Metode Dan Aplikasi Jurnalisme PresisiJurnalisme Presisi, memiliki dua tahapan. Tahapan pertama adalah fase input, dimana data dikumpulkan dan dianalisis. Kemudian tahapan kedua yaitu fase output, dimana data dipersiapkan untuk diakses khalayak media massa.Menurut Philip Meyer, jurnalis hendaknya memperlakukan data dengan cara sebagai berikut :1. Mengumpulkannya dengan melakukan metode pengumpulan data.2. Menyimpannya di dalam file-file komputer.3. Mengambil kembali data-data yang dianggap penting dan menyortirnya.4. Menganalisa data-data yang akan digunakan untuk kepentingan laporan pemberitaan.5. Mereduksi data dengan membuat bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga mampu menarik kesimpulan-kesimpulan akhir dan diverifikasi.6. Mengkomunikasikan kepada khalayak media massa, karena laporan berita yang belum dibaca atau tidak dipahami adalah laporan berita yang sia-sia.Metode yang paling banyak digunakan dalam jurnalisme presisi adalah riset survei, atau lebih dikenal sebagai polling opini publik (meski pada beberapa penerapannya hanya mengikutsertakan sejumlah populasi khusus ketimbang publik secara umum). Menurut Meyer bahwa sebuah survei memiliki elemen-elemen sebagai berikut :a. Penetapan tujuan riset (An information goal or set of goals)Tujuan riset ditetapkan terlebih dahulu agar para reporter atau jurnalis fokus pada isu laporan pemberitaannya. Para reporter, pada dasarnya sama dengan para peneliti. Mereka berurusan dalam hal pengujian realitas di lapangan, pengujian teori, mempertimbangkan sejumlah konsekuensi atas teori model yang dipilih, menyusun hipotesis terkait yang bisa dioperasionalkan, dan meletakkan mereka dalam pengujian.b. Penetapan Sampel (A sample)Prinsip penentuan sampel secara umum bergantung pada metode pengambilan data. Pengumpulan data sendiri dapat dilakukan melalui wawancara langsung, wawancara melalui telepon, atau melalui kuesioner. Terlepas dari metode yang dipilih, aturan statistik dasar dalam pengambilan sampel tetap berlaku yang mana setiap anggota populasi yang akan digeneralisasi harus memiliki kesempatan yang sama untuk diikutsertakan sebagai sampel.c. Menyusun Kuesioner (A questionnaire)Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengembangkan focal question, yakni suatu pertanyaan yang langsung menyentuh isu utama untuk dieksplorasi. Maka, pertama kali reporter harus membuat sebuah keterangan singkat sebagai pengantar sebelum membuat pertanyaan yang bersifat focal. Pertanyaan yang bersifat focal biasanya dibuat menggunakan jenis pertanyaan tertutup (close-ended question), sebuah cara untuk membangun jawaban ke dalam pertanyaan itu sendiri. Reporter wajib menyusun pertanyaan senetral mungkin. Berbagai bentuk pertanyaan yang bersifat mengarahkan harus dihindari. Karenanya pada konteks tertentu, pertanyaan terbuka (open-ended questions) juga diperlukan, sehingga responen memilik kesempatan yang cukup untuk memberikan keterangan lebih.d. Metode pengumpulan data (A collection method)Setelah menyusun pertanyaan-pertanyaan, reporter harus menentukan metode pengumpulan data yang dinilai paling sesuai dengan tujuan riset. Pada dasarnya ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengumpulkan data seperti : wawancara langsung, wawancara melalui telepon, maupun dengan kuisioner melalui surat elektronik (email). Prinsip-prinsip dalam random sampling dapat digunakan untuk menentukan sampel dari setiap metode pengambilan data tersebut. Sampel dapat dipilih dengan cara pengundian, pengacakan sistematis dengan bilangan ordinal, atau juga dengan menggunakan tabel bilangan random.e. Pengkodingan dan analisis data (Coding and analysis)Data hasil survei dapat disajikan dalam bentuk tabel. Meyer menekankan, bahwa jumlah responden yang tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu adalah juga merupakan data yang harus ikut diperhitungkan dalam rangkaian riset. Untuk menarik kesimpulan akhir biasanya digunakan teknik pengukuran dalam statistik deskriptif dan inferensial untuk menyajikan laporan berita yang terbaik bagi kepentingan publik.Selain itu, jurnalisme presisi juga memerlukan aplikasi (software) sepertiSPSS (Statistical Package for the Social Sciences), Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis. GIS merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, dan output) data spasial atau data yang bereferensi geografis atau setiap data yang merujuk lokasi di permukaan bumi dapat disebut sebagai data spasial bereferensi geografis.Jurnalisme presisi tidak hanya untuk proyek investigasi besar. Contoh topik yang lebih ringan bisa dilakukan dengan menggunakan metode tabulasi silang (cross tabulation). Misalnya pada laporan pemberitaan mengenai opini konsumen online shop pada Instagram atau laporan berita mengenai pendapat masyarakat tentang pilihan politik calon presiden dan calon wakil presiden 2019. E. Memahami Margin of ErrorDalam sebuah survei publik, data yang diambil berbentuk sampel yang dapat mewakili populasinya. Namun, dalam mengambil sampel yang secara tepat merepresentasikan populasi, dapat dikatakan sangat sulit. Sehingga diperlukan tingkat toleransi dari kesalahan sampel supaya populasi tetap terwakilkan.Untuk mengetahui seberapa baik sampel dalam mewakili populasi dapat dengan melihat margin of error. Margin of error menggambarkan jumlah kesalahan yang biasa terjadi pada pengambilan sampel dalam survei yang dilakukan oleh peneliti. Semakin besar persentase margin of error maka semakin jauh suatu sampel tersebut dapat mewakili populasinya. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil margin of error, maka semakin dekat suatu sampel dalam mewakili populasi sesungguhnya. Margin of error yang lebih rendah tidak menjamin suatu survei lebih kredbiel daripada hasil survei lainnya. Karena, margin of error hanya membatasi besar kesalahan maksimal yang ada dalam survei. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi nilai margin of error, antara lain ukuran populasi dan cara pengambilan sampel (sampling method). Namun, faktor terbesar yang mempengaruhi margin of error adalah jumlah sampel.   Secara sederhana, jika diasumsikan tingkat kepercayan 95%, nilai z adalah 1,96 dan nilai s adalah 0,5, maka sampel dengan jumlah 100 memiliki margin of error sebesar 9,8%. Sedangkan, dengan asumsi yang sama, jika jumlah sampel adalah 2000 maka nilai margin of error menjadi (hanya) 2,19%. Margin of error inilah yang membuat hasil survei tidak tepat dibaca "si A menang atas si B" selama selisihnya masih berada dalam margin of error. Selain itu, selama masih dalam margin of error, hasil survei tetap bisa dikatakan valid walau pun hasil akhir berbeda.  F. Metode Pengambilan SampelSelain jumlah sampel, faktor lain yang berpengaruh, khususnya pada penelitian sosial adalah metode pengambilan sampel (sampling method). Ada berbagai macam sampling method yang digunakan dalam penelitian. Namun metode yang paling sering digunakan dalam survei elektabilitas antara lain stratified systematic random sampling dan multistage random sampling.Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik stratified systematic random sampling, populasi terlebih dahulu dikelompokan menjadi sub-sub populasi dengan kriteria yang sama. Setelah itu, dari sub populasi, akan diambil sampel secara acak dan proporsional mengikuti ukuran sampel. Pengambilan secara acak ini hanya dilakukan pada unsur pertama dari sampel yg dipilih, sedangkan unsur selanjutnya dipilih secara sistematismenurut suatu pola tertentu. Sedangkan pada teknik multistage random sampling, pengambilan sampel dilakukan secara bertingkat. Misalnya, pada survei elektabilitas DKI Jakarta, pada tahap pertama sampel diambil dari tingkat kotamadya, seperti Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Lalu pada tahap selanjutnya, sampel diambil dari tingkat di bawahnya, yaitu kecamatan. Begitu seterusnya hingga tingkat terkecil dan jumlah sampel telah memenuhi ukurannya (sample size). Dalam teknik ini, tidak diutamakan kesamaan karakteristik sampel.Teknik pengambilan sampel ini sangat terkait dengan analisis hasil riset yang dilakukan oleh peneliti. Karena karakteristiknya berbeda, maka hasil penelitian dengan metode pengambilan sampel yang berbeda tidak dapat dibandingkan. Karena, hasilnya akan bias jika dibandingkan satu sama lain. ReferensiMeyer. Phillip. 1991. The New Precision Journalism. Indiana University Press: United States http://www.unc.edu/~pmeyer/book/Demers, David & Suzanne Nichols. 1987. Precision Journalism. Sage Publications: London.Rahmawati Latief, Penerapan Jurnalisme Presisi Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Di Indonesia Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Jurnalisa Vol 04 Nomor 1/ Mei 2018"Memahami Margin of Error dan Metode Sampling Pada Survei", https://tirto.id/cmWe      SOP JURNALISME PRESISIPUSLITBANGDIKLAT LPP RRI      SOP PELAKSANAAN SURVEI JURNALISME PRESISIPUSLITBANGDIKLAT LPP RRI  Seluruh masukan/usulan baik dari jajaran Direksi, Puspem maupun dari Tim Jurpres, Bidang Litbang difomulasikan dalam sebuah Topik yang menarik sekaligus dibutuhkan publik.A. Topik tersebut, kemudian dibuatkan kajian awal, latar belakang dan daftar pertanyaan, yang kemudian diajukan kepada Direksi melalui Kapuslitbangdiklat sebagai Penanggungjawan survey Jurpres.B. TOR Jurpres dipelajari oleh Kapuslitbangdiklat untuk didisposisikan kepada Kabid Litbang, disetujui untuk dilaksanakan.C. Apabila point C di atas tidak memenuhi syarat maka akan dikembalikan oleh Kapuslitbangdiklat kepada Kabid Litbang untuk direvisi yang selanjutnya akan diusulkan kembali.D. Apabila point C di atas telah memenuhi syarat diterima dan disetujui, maka Kapuslitbangdiklat akan membuat surat tugas untuk melaksanakan survey Jurprers pada Periode tertentu (setiap bulan).E. Pelaksanaan penelitian menggunakan teknik survei melalu aplikasi Jajak Pendapat RRI secara online, maupun melalui Telesurvei, yaitu suatu jenis layanan survey yang dilakukan melalui telepon. Layanan didukung dengan data-data direktori yang telah dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang dapat mempermudah dan mempercepat proses survei itu sendiri. Tim analisis kemudian melakukan analisis data meliputi tiga langkah yaitu :a. PersiapanPersiapan antara lain mengecek nama dan kelengkapan identitas responden.Mengecek kelengkapan data artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data termasuk pula kelengkapan lembaran instrumen, yang ada dalam aplikasi Jajak Pendapat RRI.b. TabulasiTabulasi data dan Penyimpulan data dilakukan oleh aplikasi. Analisis data dari metode telesurvei dilakukan oleh tim analisis/peneliti ahli. Analisis data untuk tujuan penarikan kesimpulan.F. Selanjutnya tim menyusun laporan penelitian sementaraG. Hasil laporan penelitian sementara, dipresentasikan dihadapan Kapuslitbangdiklat untuk mendapatkan menvalidasi laporan penelitian.H. Penyusunan laporan akhir survei untuk dipresentasikan dihadapan Jajaran Direksi dan Kapuspuspem. Bila disepakati seleuruhnya atau sebagian untuk dipublis di Pro 3 maka, hasil survei akan menjadi bahan siaran pemberitaan, dan dapat juga melalui media lain. Disini masyarakat/publik akan memperoleh informasi yang baik dan benar dari RRI. Namun bila diputuskan, tidak untuk dipublis karena pertimbangan kebijakan keredaksian RRI, maka hasil survei tersebut untuk kepentingan internal RRI.    STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SURVEI JURNALISME PRESISI RRI  1. Puslitbangdiklat membentuk Tim Pelaksana Survei Jurnalisme Presisi yang ditetapkan melalui surat keputusan.2. Tim Survei Jurnalisme Presis dapat melibatkan stakehorder eksternal, dalam hal ini peneliti utama dan peneliti atas persetujuan jajarab direksi, sebagai pelaksana survei dan melakukan analisis.3. Pemetaan topik survei, penyususnan daftar pertanyaan, ditetapkan melalui mekanisme diskusi yang melibatkan seluruh Tim Kerja Jurnalisme Presisi RRI.4. Para peneliti melakukan survei di lapangan dengan menggunakan dua metode yaitu menggunakan aplikasi online Jajak Pendapat RRI, dan telesurvei dengan responden yang telah di tetapkan.5. Hasil pengolahan data yang dilakukan para peneliti, diseminarkan/ekspose dihadapan jajaran Direksi terkait, Puslitbangdiklat, Pusat Pemberitaan, dan dapat dilakukan dengan mengundang media massa lain dalam jumpa pers.6. Hasil survei tersebut dipublikasikan di PRO 3 RRI.7. RRI dapat menyiarkan hasil survei secara intern dan menyebarluaskan kepada media lain secara keseluruhan atau hanya sebagian poin-poin yang dianggap perlu oleh RRI.  JUKNISCLIENT ANDROIDAPP JAJAK PENDAPAT RRI Client AndroidClient Android adalah Peralatan yang digunakan oleh tiap responden Spesifikami mimimal Android ver.5.0,dan GPS aktifTiap responden harus memilki Email yang akan selalu digunakan untuk menerima konfirmasi dan notifikasi dari serverEmail harus terinstall pada HP Android yang akan digunakan sebagai Aplikasi client Jajak Pendapat Online RRI.Tiap Responden harus menyertakan Nama,no HP,no KTP yang masih validAplikasi Responden : dibagi melalui share WA dari Korlap beserta KODEMITRA Responden harus melakukan aktifasi terlebih dahulu supaya dapat menerima Pertanyaan menyangkut Survey Jajak Pendapat dari RRI Pusat.          REGISTRASI CLIENT REGISTRASI    Kode Mitra diisi sesuai dengan arahanKORLAP Untuk menentukan wilayah responden yg sudah ditentukanREGISTRASI CLIENT  KONFIRMASI REGISTRASI PERSETUJUAN REGISTRASI    MENJAWAB PERTANYAAN PILIHAN JAWABAN DAN KONFIRMASI       JAWABAN TERKIRIMJUKNIS JAJAK PENDAPAT SATKER - RRITINGKATAN HAK AKSESWeb yang baru http://118.98.75.44:1582/User tertinggi Super AdminLogin ini merupakan login dengan tingkatan paling Tinggi Otorisasi yg dimiliki :•Menentukan dan create User Mitra dan Korlap•Menambah,Melakukan Edit dan menghapus User Mitra dan Korlap•Menentukan Jumlah responden dibawah Korlap•Menentukan batasan jumlah Pertanyaan yang dilakukan Mitra/Korlap•Menentukan jumlah Jawaban yang dilakukan responden? Menentukan System Poin? Menentukan Item Reward•Melihat seluruh report•User Super admin tidak dapat membuat pertanyaan untuk responden  TINGKATAN HAK AKSESweb yang baru http://118.98.75. 44:1582/User dengan tingkat Admin NasionalLogin ini merupakan tingkatan Koordinator NasionalOtorisasi dari User ini antara lain :•Melakukan Registrasi dan aktifasi responden,•Membuat pertanyaan untuk responden,•Membuat pilihan jawaban untuk responden,•Membuat filter area responden untuk menerima Pertanyaan dengan kriteria•Wilayah,Usia,Pendidikan,Gender,Agama dll•Melihat seluruh laporan aktifitas responden TINGKATAN HAK AKSESweb yang baru utk admin korlap http://118.98.75.44:1582/ Akses menggunakan PC lebih baik User KorlapTingkatan user ini adalah untuk digunakan Koordinator wilayah Otorisasi dari user ini adalah :• Melakukan recruitmen, Registrasi dan Aktifasi Responden• Edit responden dan hapus responden• Membuat Pertanyaan untuk responden regional (Option)• •Melihat Report aktifitas responden di wilayahnya Menu Responden list Halaman Pre Register Responden   Menu edit dan hapus responden       Flow Diagram Registrasi RespondenKORLAP RESPONDEN  SURVEI JURNALISME PRESISI RRIDENGAN METODE TELESURVEY         Lampiran-lampiran  KEPUTUSAN KEPALA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGANPENDIDIKAN DAN PELATIHAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RRINOMOR : TAHUN 2020 TENTANG TIM EFEKTIF PENYUSUNAN SMARTBOOK PENGUATAN KINERJAJURNALISME PRESISI RRI PADA AKSI PERUBAHAN UNTUKMEMBANTU PELAKSANAAN KEGIATAN PESERTA PELATIHANKEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR PUSLITBANGDIKLAT LPP RRI TAHUN 2020 MENIMBANG : a. Bahwa dengan telah disetujuinya Rancangan Aksi Perubahan PKA atas nama Drs. Taufan Pamungkas. M. Jaya, M.Si dengan Judul Penguatan Kinerja SurveiJurnalisme Presisi Berbasis Smartbook;b. Bahwa sesuai dengan hal tersebut di atas maka dipandang perlu untuk menunjuk dan menetapkan Tim Efektif;c. Bahwa sebagaimana dimaksud huruf a dan b di atas perlu ditetapkan dengan Keputusan Kepala Puslitbangdiklat LPP RRI; MENGINGAT1. Undang-Undang nomor 32 tahun 2002:tentang Penyiaran;2. Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Nasional (ASN);3. Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia;4. Keputusan Dewan Pengawas LPP RRI nomor 019 tanggal 22 Juli tahun 2016 tentang Pengangkatan Dewan Direksi LPP5. RRI periode 2016-2021;Peraturan Direksi LPP RRI Nomor001/PER/ DIREKSI/2012 tentang Struktur6. Organisasi dan Tata Kerja Radio Republik Indonesia;7. Peraturan Kepala LAN Nomor : 16 tahun 2019 tentang Pelatihan KepemimpinanAdminitrator;Keputusan Direktur Utama LPP RRI nomor 1731 tahun 2019 tentang Pengangkatan Kepala Puslitbangdiklat LPP RRI.   MEMPERHATIKAN : Surat Kepala Puslitbangdiklat LPP RRI tentang Pemanggilan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Adminitrator anggatan I tahun 2020.  MEMUTUSKANMENETAPKAN : TIM EFEKTIF PENYUSUNAN SMARTBOOK PENGUATAN KINERJA JURNALISME PRESISI RRI PADA AKSI PERUBAHAN UNTUK MEMBANTU PELAKSANAAN KEGIATAN PESERTA PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATORPUSLITBANGDIKLAT LPP RRI TAHUN 2020; KESATU : Menunjuk dan menugaskan petugas yang namanya tercantum dalam kolom 2 ( dua ) untuk menduduki jabatan sebagaimana tercantum dalam kolom 5 (lima) lampiran keputusan ini; KEDUA : Tugas dan Tanggung Jawab masing-masingsbb:1. Ketua TimMemberikan arahan langkah pelaksanaan penyusunan smartbook Jurnalisme Presisi RRI.2. Sekretaris TimMelaksanakan arahan dari ketua Tim dalam Penyusunan smartbook Jurnalisme Presisi RRI3. Anggota TimMelaksanakan pengumpulan data, pengadministrasian pada Penyusunan smartbook Jurnalisme Presisi RRI. KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal 23 Oktober 2020 sampai dengan 22 Desember 2020 dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliriuan dalam penetapannya, akan diperbaiki kembali sebagaimana mestinya. DITETAPKAN : DI JAKARTAPADA TANGGAL : Oktober 2020   KEPUTUSANKEPALA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN,PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIKRADIO REPUBLIK INDONESIANOMOR : /RRI.PBD/2020TENTANGTIM PELAKSANA PENELITIAN SURVEI JURNALISME PRESISI KEPALA PUSLITBANGDIKLAT LPP RRI Menimbang         Mengingat :         : a. bahwa dalam rangka memenuhi hak warga negara untuk memperoleh berita dan informasi yang obyektif, maka Puslitbangdiklat LPP RRI akan melaksanakanPenelitian Survei Jurnalisme Presisi;b. bahwa dalam rangka pelaksanaan penelitian tersebut, perlu dibentuk Tim Pelaksana PenelitianSurvei Jurnalisme Presisi;c. bahwa nama-nama yang tercantum dalam lampiran keputusan ini dipandang mampu melaksanakan tugas tersebut.1. Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran;2. Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Nasional (ASN);3. Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia;4. Keputusan Dewan Pengawas LPP RRI nomor 019 tanggal 22 Juli tahun 2016 tentang Pengangkatan Dewan Direksi LPP RRI periode 2016-2021;5. Peraturan Direksi LPP RRI Nomor 001/PER/ DIREKSI/2012 tentang Struktur Organisasi dan TataKerja Radio Republik Indonesia;6. Keputusan Direktur Utama LPP RRI nomor 1731 tahun 2019 tentang Pengangkatan KepalaPuslitbangdiklat LPP RRI. Memperhatikan : DIPA Puslitbangdiklat LPP RRI Tahun Anggaran 2020. MEMUTUSKAN Menetapkan   Pertama   Kedua    Ketiga   Keempat    Kelima :  :  :    :   :   : KEPUTUSAN KEPALA PUSLITBANGDIKLAT LPP RRI TENTANG TIM PELAKSANA PENELITIAN SURVEI JURNALISME PRESISI. Menunjuk Tim Pelaksana Penelitian Survei Jurnalisme Presisi dengan susunan sebagaimana tertuang di dalam lampiran keputusan ini. Tim Pelaksana bertugas melaksanakan penelitian SurveiJurnalisme Presisi yang mengacu pada smartbook/pedoman penelitian dan pengembanganPuslitbangdiklat LPP RRI. Tim Pelaksana bertanggung jawab dan melaporkan tugasnya kepada Kepala Puslitbangdiklat LPP RRI selambat-lambatnya pada tanggal 26 Desember 2020. Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada DIPA Puslitbangdiklat LPP RRI tahun 2020 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila ternyata di kemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimanamestinya.  Ditetapkan di : JakartaPada tanggal : 2 Juni 2020 Lampiran : Keputusan Kepala Puslitbangdiklat LPP RRINomor : /RRI.PBD/2020 Tanggal : 2 Juni 2020 SUSUNAN TIM PELAKSANA PENELITIAN SURVEI JURNALISMEPRESISI NO. KEDUDUKAN DALAM TIM NAMA1. Penanggungjawab Drs. Adi Pramono. M.Si.2. Supervisi 1. Atik Sugiarti, SIP, MAP2. Dra. Soraya Putri Yusuf3. Ketua Drs. Taufan Pamungkas, M.Si4. Sekretaris Diran, SPT5. Sekretariat 1. Wiwiek Wahyuni2. Nuraini6. Peneliti Utama (analisator) Setia Darma7. Peneliti Panca Iskandar Pratama8. Koordinator Wilayah Rostini9. Koordinator Wilayah Dani Pirzada Sazli10. Koordinator Wilayah Ariza Dinga11. Koordinator Wilayah M. Ridwan Bagja Sukmana12. Kordinator Lapangan 38 Kordinator LapanganDaerah13. Responden 1200 Responden14. Maintenance Aplikasi Sutanto   Keuangan 1. Tedi Komarudin2. Arief Priyanto Ditetapkan di : Jakarta JOB DESKRIPSI TIM PELAKSANASURVEI JURNALISME PRESISIPUSLITBANGDIKLAT LPP RRITAHUN 2020 NO JABATAN URAIAN TUGAS1. Penanggung jawab 1. Memberikan arahan kepada tim terkait dengan pelaksanaan Survei Jurnalisme Presisi2. Melaporkan hasil kegiatan kepada jajaran direksi/Dirut.2. Supervisi 1. Mengkonsultasikan rencana kegiatan Survei kepada Kapuslitbangdiklat LPP RRI .2. Mengawasi seluruh pelaksanaan sesuai tujuan yang telah di tetapkan .3. Ketua 1. Mengkonsultasikan pelaksanaan seluruh kegiatan survey Jurnalisme Presisi kepada Kapuslitbangdiklat LPP RRI2. Melaksanakan kegiatan Survei Jurnalisme Presisi bersama tim.3. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi seluruh fungsi tim mulai dari fungsi sekretaris dan sekretariat, bendahara, peneliti utama, peneliti dan asisten peneliti4. Melaporkan hasil pelaksanaan Jurnalisme Presisi kepada Kapuslitbangdiklat LPP RRI4. Sekretaris 1. Menyiapkan administrasi pelaksanaan seluruh kegiatan Survei Jurnalisme Presisi2. Mengkoordinasikan tugas-tugas ke seketariatan mulai dari persiapan pelaksanaan dan pelaporan.5. Sekretariat Melakukan tugas-tugas kesetariatan mulai dari perencanaan pelaksanaan pelaporan kegiatan Survei Jurnalisme Presisi6. PenelitiUtama/anali sator Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan, hingga analisis Survei Jurnalisme Presisi7. Peneliti 1. Melakukan koordinasi dengan peneliti Utama dan asisten peneliti terkait dengan pelaksanaan survei Jurnalisme Presisi 2. Bertanggung jawab penuh terhadap pelaksana Survei Jurnalisme Presisi termasuk pelaporannya.3. Melakukan sampling4. Melakukan training ke Korlap dan Responden 5. Melakukan telesurvei8. Asisten Peneliti Membantu peneliti utama dan peneliti dalam menyelenggarakan Jurnalisme Presisi.Seperti :1. Mendata koordinator lapangan dan responden2. Mendata Jawaban Responden, khususnya yang menggunakan aplikasi Jajak Pendapat RRI, online.9. Koordinator Lapangan Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Jurnalisme Presisi di wilayah kerjanya antara lain :1. Mencari responden sesuai maping wilayah2. Mentraining aplikasi Jurnalisme Presisi ke Responden3. Membuat laporan pelaksanaan Jurnalisme Presisi di Wilayahnya10. Responden Menjalankan peritah koordinator lapangan untuk menjawab pertanyaan Jurnalisme Presisi yang menggunakan aplikasi Jajak Pendapat RRI.11. Bendahara Bertanggungjawab terhadap proses administrasi keuangan seluruh pelaksanaan Penelitian JurnalismePresisi mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pelaporan.   51 MAPPING JURNALISME PRESISI 31 KOTA RRI 2020 NO DESA/KELURAHAN KECAMATAN KOTA/KAB JUMLAH RESPONDEN LAKI-LAKI PEREMPUAN1 TELUK KABUNG SELATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG 3 32 KURANJI KURANJI KOTA PADANG 3 33 BATU GADANG LUBUK KILANGAN KOTA PADANG 3 34 BELAKANG TANGSI PADANG BARAT KOTA PADANG 3 35 TELUK BAYUR PADANG SELATAN KOTA PADANG 3 36 GUNUNG KELUA SAMARINDA ULU KOTA SAMARINDA 3 37 MAKROMAN SAMBUTAN KOTA SAMARINDA 3 38 BANDARA SUNGAI PINANG KOTA SAMARINDA 3 39 HANDIL BAKTI PALARAN KOTA SAMARINDA 3 310 SUNGAI PINANG LUAR SAMARINDA KOTA KOTA SAMARINDA 3 311 PASSO BAGUALA KOTA AMBON 3 312 BATU GAJAH SIRIMAU KOTA AMBON 3 313 DANGIN PURI KAUH DENPASAR UTARA KOTA DENPASAR 3 314 DAUH PURI KAUH DENPASAR BARAT KOTA DENPASAR 3 315 PEMOGAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR 3 316 KESIMAN KERTALANGU DENPASAR TIMUR KOTA DENPASAR 3 317 DARAT SEKIP PONTIANAK KOTA KOTA PONTIANAK 3 318 BENUA MELAYU LAUT PONTIANAK SELATAN KOTA PONTIANAK 3 3 19 BANJAR SERASAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK 3 320 BATU LAYANG PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK 3 321 SEKAYU SEMARANG TENGAH KOTA SEMARANG 3 322 PURWOSARI SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG 3 323 MANGUNHARJO TUGU KOTA SEMARANG 3 324 KARANGANYAR GUNUNG CANDISARI KOTA SEMARANG 3 325 BANGETAYU KULON GENUK KOTA SEMARANG 3 326 MANGUNSARI GUNUNGPATI KOTA SEMARANG 3 327 NGADIRGO MIJEN KOTA SEMARANG 3 328 KALICARI PEDURUNGAN KOTA SEMARANG 3 329 KEMBANGARUM SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG 3 330 WONODRI SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG 3 331 BAIYA TAWAELI KOTA PALU 3 332 SIRANINDI PALU BARAT KOTA PALU 3 333 KEBON SIRIH MENTENG JAKARTA PUSAT 3 334 MANGGA DUA SELATAN SAWAH BESAR JAKARTA PUSAT 3 335 PASEBAN SENEN JAKARTA PUSAT 3 336 KEBON KACANG TANAH ABANG JAKARTA PUSAT 3 337 CIDENG GAMBIR JAKARTA PUSAT 3 338 GALUR JOHOR BARU JAKARTA PUSAT 3 3 39 HARAPAN MULIA KEMAYORAN JAKARTA PUSAT 3 340 PACARKEMBANG TAMBAKSARI KOTA SURABAYA 3 341 TANDES TANDES KOTA SURABAYA 3 342 TENGILIS MEJOYO TENGGILIS MEJOYO KOTA SURABAYA 3 343 SIWALAN KERTO WONOCOLO KOTA SURABAYA 3 344 TAMBAK SARIOSO ASEM ROWO KOTA SURABAYA 3 345 TEMBOK DUKUH BUBUTAN KOTA SURABAYA 3 346 DUKUH MENANGGAL GAYUNGAN KOTA SURABAYA 3 347 AIRLANGGA GUBENG KOTA SURABAYA 3 348 RUNGKUT TENGAH GUNUNG ANYAR KOTA SURABAYA 3 349 BULAK BANTENG KENJERAN KOTA SURABAYA 3 350 BANGKINGAN LAKARSANTRI KOTA SURABAYA 3 351 KEJAWAAN PUTIH TAMBA MULYOREJO KOTA SURABAYA 3 352 BENOWO PAKAL KOTA SURABAYA 3 353 BRINGIN SAMBIKEREP KOTA SURABAYA 3 354 SAWAHAN SAWAHAN KOTA SURABAYA 3 355 SIMOLAWANG SIMOKERTO KOTA SURABAYA 3 356 PUTAT GEDE SUKOMANUNGGAL KOTA SURABAYA 3 357 PACAR KELING TAMBAKSARI KOTA SURABAYA 3 358 MATAIWOI WUA-WUA KOTA KENDARI 3 3 59 KASSILAMPE KENDARI KOTA KENDARI 3 360 KELAYAN BARAT BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN 3 361 KELAYAN LUAR BANJARMASIN TENGAH KOTA BANJARMASIN 3 362 KURIPAN BANJARMASIN TIMUR KOTA BANJARMASIN 3 363 SUNGAI JINGAH BANJARMASIN UTARA KOTA BANJARMASIN 3 364 CIJANTUNG PASAR REBO JAKARTA TIMUR 3 365 PEKAYON PASAR REBO JAKARTA TIMUR 3 366 JATINEGARA KAUM PULOGADUNG JAKARTA TIMUR 3 367 PULO GADUNG PULOGADUNG JAKARTA TIMUR 3 368 CAKUNG TIMUR CAKUNG JAKARTA TIMUR 3 369 PULO GEBANG CAKUNG JAKARTA TIMUR 3 370 BAMBU APUS CIPAYUNG JAKARTA TIMUR 3 371 CIPAYUNG CIPAYUNG JAKARTA TIMUR 3 372 PONDOK RANGGON CIPAYUNG JAKARTA TIMUR 3 373 CIRACAS CIRACAS JAKARTA TIMUR 3 374 SUSUKAN CIRACAS JAKARTA TIMUR 3 375 MALAKA JAYA DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR 3 376 PONDOK KELAPA DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR 3 377 BIDARA CINA JATINEGARA JAKARTA TIMUR 3 378 CIPINANG CEMPEDAK JATINEGARA JAKARTA TIMUR 3 3 79 RAWA BUNGA JATINEGARA JAKARTA TIMUR 3 380 CAWANG KRAMATJATI JAKARTA TIMUR 3 381 KRAMATJATI KRAMATJATI JAKARTA TIMUR 3 382 HALIM PERDANA KUSUMA MAKASAR JAKARTA TIMUR 3 383 WARUNGBOTO ULMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA 3 384 PRAWIRODIRJAN GONDOMANAN KOTA YOGYAKARTA 3 385 WIROGUNAN MERNGANGSAN KOTA YOGYAKARTA 3 386 KANARAKAN BUKIT BATU KOTA PALANGKARAYA 3 387 BUKIT SUA RAKUMPIT KOTA PALANGKARAYA 3 388 ENGGROS ABEPURA KOTA JAYAPURA 3 389 ARDIPURA JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA 3 390 TANJUNG RIA JAYAPURA UTARA KOTA JAYAPURA 3 391 TANJUNG DUREN UTARA GROGOL PETAMBURAN JAKARTA BARAT 3 392 KAMAL KALIDERES JAKARTA BARAT 3 393 DURI KEPA KEBON JERUK JAKARTA BARAT 3 394 KELAPA DUA KEBON JERUK JAKARTA BARAT 3 395 KEMBANGAN SELATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT 3 396 SRENGSENG KEMBANGAN JAKARTA BARAT 3 397 KOTA BAMBU UTARA PALMERAH JAKARTA BARAT 3 398 KEAGUNGAN TAMAN SARI JAKARTA BARAT 3 3 99 PINANGSIA TAMAN SARI JAKARTA BARAT 3 3100 DURI SELATAN TAMBORA JAKARTA BARAT 3 3101 KALI ANYAR TAMBORA JAKARTA BARAT 3 3102 TAMBORA TAMBORA JAKARTA BARAT 3 3103 DURI KOSAMBI CENGKARENG JAKARTA BARAT 3 3104 GROGOL GROGOL PETAMBURAN JAKARTA BARAT 3 3105 KARANG TALIWANG CAKRANEGARA KOTA MATARAM 3 3106 MANDALIKA SANDUBAYA KOTA MATARAM 3 3107 AMPENAN SELATAN AMPENAN KOTA MATARAM 3 3108 TEMBUNG MEDAN TEMBUNG KOTA MEDAN 3 3109 BARU LADANG BAMBU MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN 3 3110 HARJOSARI II MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN 3 3111 SUKARAMAI II MEDAN AREA KOTA MEDAN 3 3112 MERDEKA MEDAN BARU KOTA MEDAN 3 3113 MABAR HILIR MEDAN DELI KOTA MEDAN 3 3114 HELVETIA MEDAN HELVETIA KOTA MEDAN 3 3115 MESJID MEDAN KOTA KOTA MEDAN 3 3116 MARTUBUNG MEDAN LABUHAN KOTA MEDAN 3 3117 PAYA PASIR MEDAN MARELAN KOTA MEDAN 3 3118 TEGAL REJO MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN 3 3 119 SUKADAMAI MEDAN POLONIA KOTA MEDAN 3 3120 TANJUNG REJO MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN 3 3121 PASTEUR SUKAJADI KOTA BANDUNG 3 3122 MERDEKA SUMUR BANDUNG KOTA BANDUNG 3 3123 MALEBER ANDIR KOTA BANDUNG 3 3124 KARASAK ASTANA ANYAR KOTA BANDUNG 3 3125 KUJANGSARI BANDUNG KIDUL KOTA BANDUNG 3 3126 CIHAPIT BANDUNG WETAN KOTA BANDUNG 3 3127 BABAKAN ASIH BOJONGLOA KALER KOTA BANDUNG 3 3128 CIJAWURA BUAHBATU KOTA BANDUNG 3 3129 PASIRLAYUNG CIBEUNYING KIDUL KOTA BANDUNG 3 3130 PASIR KALIKI CICENDO KOTA BANDUNG 3 3131 LEBAK SILIWANGI COBLONG KOTA BANDUNG 3 3132 KEBON JAYANTI KIARACONDONG KOTA BANDUNG 3 3133 KARANG PAMULANG MANDALAJATI KOTA BANDUNG 3 3134 ANCOL REGOL KOTA BANDUNG 3 3135 SEMPER TIMUR CILINCING JAKARTA UTARA 3 3136 KELAPA GADING TIMUR KELAPA GADING JAKARTA UTARA 3 3137 LAGOA KOJA JAKARTA UTARA 3 3138 TUGU SELATAN KOJA JAKARTA UTARA 3 3 139 PADEMANGAN BARAT PADEMANGAN JAKARTA UTARA 3 3140 KAPUK MUARA PENJARINGAN JAKARTA UTARA 3 3141 PLUIT PENJARINGAN JAKARTA UTARA 3 3142 SUNGAI BAMBU TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA 3 3143 TANJUNG PRIOK TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA 3 3144 KALIBARU CILINCING JAKARTA UTARA 3 3145 TALANG KELAPA ALANG-ALANG LEBAR KOTA PALEMBANG 3 3146 26 ILIR I ILIR BARAT I KOTA PALEMBANG 3 3147 KEMANG MANIS ILIR BARAT II KOTA PALEMBANG 3 3148 1 ILIR ILIR TIMUR II KOTA PALEMBANG 3 3149 15 ULU JAKABARING KOTA PALEMBANG 3 3150 PAHLAWAN KEMUNING KOTA PALEMBANG 3 3151 PLAJU DARAT PLAJU KOTA PALEMBANG 3 3152 5 ULU SEBERANG ULU I KOTA PALEMBANG 3 3153 SUKAMULYA SEMATANG BORANG KOTA PALEMBANG 3 3154 TALANG JAUH JELUTUNG KOTA JAMBI 3 3155 BULURAN KENALI TELANAIPURA KOTA JAMBI 3 3156 PAKUAN BARU JAMBI SELATAN KOTA JAMBI 3 3157 KALIAWI TANJUNG KARANG PUSAT KOTA BANDAR LAMPUNG 3 3158 SUMUR BATU TELUK BETUNG UTARA KOTA BANDAR LAMPUNG 3 3 159 GUNUNGSARI ENGGAL KOTA BANDAR LAMPUNG 3 3160 SUMBER AGUNG KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG 3 3161 RAJABASA JAYA RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG 3 3162 ATEUK MUNJENG BAITURRAHAMAN KOTA BANDA ACEH 3 3163 KAMPUNG BUGIS TANJUNG PINANG KOTA KOTA TANJUNGPINANG 3 3164 MAHARATU MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU 3 3165 MUARAFAJAR BARAT RUMBAI KOTA PEKANBARU 3 3166 PADANG BULAN SENAPELAN KOTA PEKANBARU 3 3167 INDUSTRITENAYAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU 3 3168 KASSI SIDEY MANOKWARI 3 3169 GAJAH MADA RANGKUI KOTA PANGKALPINANG 3 3170 DEMBE II KOTA UTARA KOTA GORONTALO 3 3171 RAWA BARAT KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN 3 3172 GROGOL UTARA KEBAYORAN LAMA JAKARTA SELATAN 3 3173 KUNINGAN BARAT MAMPANG PRAPATAN JAKARTA SELATAN 3 3174 DUREN TIGA PANCORAN JAKARTA SELATAN 3 3175 CILANDAK TIMUR PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN 3 3176 PEJATEN TIMUR PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN 3 3177 PETUKANGAN UTARA PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN 3 3178 KARET SEMANGGI SETIABUDI JAKARTA SELATAN 3 3 179 BUKIT DURI TEBET JAKARTA SELATAN 3 3180 TEBET BARAT TEBET JAKARTA SELATAN 3 3181 LEBAK BULUS CILANDAK JAKARTA SELATAN 3 3182 LENTENG AGUNG JAGAKARSA JAKARTA SELATAN 3 3183 GUNUNG KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN 3 3184 RAWA BARAT KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN 3 3185 BATU PLAT ALAK KOTA KUPANG 3 3186 AIRNONA KOTA RAJA KOTA KUPANG 3 3187 BERKAS TELUK SEGARA KOTA BENGKULU 3 3188 NUSA INDAH RATU AGUNG KOTA BENGKULU 3 3189 KARAMPUANG PANAKUKKANG KOTA MAKASSAR 3 3190 Minasa Upa RAPPOCINI KOTA MAKASSAR 3 3191 BUNTUSU TAMALANREA KOTA MAKASSAR 3 3192 BULO GADING UJUNG PANDANG KOTA MAKASSAR 3 3193 ENDE WAJO KOTA MAKASSAR 3 3194 BONTOALA BONTOALA KOTA MAKASSAR 3 3195 LARIANG BANGI MAKASAR KOTA MAKASSAR 3 3196 PARANG MAMAJANG KOTA MAKASSAR 3 3197 TAKOFI PULAU MOTI KOTA TERNATE 3 3198 MALALAYANG SATU MALALAYANG KOTA MANADO 3 3    DAFTAR PERTANYAAN UNTUK TELESURVEI JURNALISME PRESISI RRI RESPON PUBLIK TERKAIT VAKSIN COVID-19 1. Menurut Ibu/Bapak apakah pandemi covid-19 yang tengah berlangsung saat ini adalah pandemi yang betul betul serius dan membahayakan? A. YaB. Tidak 2. Pemerintah berencana akan mendatangkan Vaksin Covid-19 pada November 2020 ini, apakah Ibu/Bapak mendengar Informasi tsb?A. YaB. Tidak 3. Pemerintah berencana akan mendatangkan Vaksin Covid-19 sebanyak 160 juta Unit. Pada November 2020 ini, Apakah Ibu/Bapak Yakin dengan rencana tersebut? A. Sangat YakinB. Cukup YakinC. Kurang YakinD. Tidak yakin sama sekaliE. TT/TJ 4. Pemerintah berencana mendatangkan Vaksin Covid-19 sebanyak 160 Juta Unit, untuk menanggulangi covid-19, apakah Ibu/Bapak merasa Khawatir terhadap efek samping dari penggunaan vaksin tersebut?A. Sangat KhawatirB. Cukup KhawatirC. Tidak Khawatir samasekali 5. Pandemi Covid-19 masih berlangsung saat ini, Pemerintah berupaya mendatangkan Vaksin Covid-19 pada November 2020 ini, menurut Ibu/Bapak apakah vaksin yang didatangkan tersebut perlu dibuktikan telah lolos uji kelayakan dan uji klinis untuk digunakan?A. Sangat diperlukanB. Cukup diperlukanC. Kurang diperlukanD. Tidak diperlukan sama sekaliE. TT/TJ  6. Pemerintah Berencana mendatangkan Vaksin covid-19 dalam waktu dekat ini untuk menanggulangi covid-19 yang masih berlangsung. Apabila Ibu/Bapak akan menggunakan vaksin tersebut, apakah akan memperhatikan kehalalan dari vaksin tersebut?A. YaB. Tidak 7. Menurut ibu/bapak dimasa pandemi covid-19 ini yang telah banyak menyita energi baik kesehatan maupun materi, apakah vaksin covid -19 yang akan didatangkan dan diedarkan oleh Pemerintah indonesia masih diperlukan sertifikasi kehalalan nya ? A. Sangat diperlukanB. Cukup diperlukanC. Kurang diperlukanD. Tidak diperlukan sama sekaliE. TT/TJ 8. Pemerintah berencana akan menggunakan 160 juta vaksin yang didatangkan kepada 6 sasaran penerima, yaitu tenaga kesehatan, Tokoh agama/Masyarakat, dan perangkat daerah (kecamatan, Desa, RT/RW), Tenaga pendidik, Aparatur pemerintah pusat dan daerah(eksekutif/legislative), Penerima Bantuan Insentif (PBI) BPJS, serta masyarakat usia 19 -59 Tahun, apakah Ibu/Bapak setuju dengan 6 keleompok sasaran penerima vaksin tersebut? A. Sangat SetujuB. Cukup SetujuC. Kurang SetujuD. Tidak Setuju sama sekaliE. TT/TJ 9. Pemerintah berencana akan menggunakan 160 juta vaksin yang didatangkan kepada 6 sasaran penerima, yaitu tenaga kesehatan, Tokoh agama/Masyarakat, dan perangkat daerah (kecamatan, Desa, RT/RW),Tenaga pendidik, Aparatur pemerintah pusat dan daerah(eksekutif/legislative), Penerima Bantuan Insentif (PBI) BPJS, serta masyarakat usia 19 -59 Tahun, Kelompok sasaran mana yang menurut Ibu/Bapak tidak layak masuk kedalam sasaran penerima covid-19 tersebut? A. 3,4 Juta tenaga KesehatanB. 5,6 Juta Tokoh agama/Masyarakat, dan perangkat daerah (kecamatan, Desa, RT/RW)C. 4.3 Juta Tenaga pendidik(PAUD/TK Sederajat hingga Perguruan TinggiD. 2.3 Juta Aparatur pemerintah pusat dan daerah(eksekutif/legislativeE. 86 Juta Penerima Bantuan Insentif (PBI) BPJS F. 56 Juta masyarakat usia 19 -59 TahunG. TT/TJ 10. Apabila Ibu/Bapak tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Vaksinasi pada kelompok sasaran tersebut? Apakah Ibu/Bapak merasa kecewa? A. Sangat KecewaB. Cukup KecewaC. Tidak Teralalu kecewaD. Tidak Kecewa sama sekaliE. TT/TJ 11. Apabila ada jasa penyedia Vaksin yang berbayar dalam waktu dekat ini Apakah Ibu/Bapak akan memanfaatkan jasa tersebut atau menunggun program dari pemerintah? A. Akan menunggu Program dari pemerintahB. Akan Segera menggunakan Jasa Vaksin mandiriC. TT/TJ 12. Menurut Ibu/Bapak apakah rencana pendistribusian Vaksin kepada 160 Juta tersebut akan berjalan sesuai prosedur atau aka nada penyalahgunaan ? A. Akan berjalan sesuai dengan prosedur yang ketatB. Akan berjalan cukup sesuai dengan prosedur walaupun ada sedikit penympangan/-penyalahgunaanC. Tidak Akan berjalan sesuai dengan prosedur dengan banyak pemyimpangan/-penyalahguanaanD. TT/TJ 13. Usia Responden14. Agama15. Pekerjaan16 Pendapatan/Pengeluaran Responden