Artikel Diklat

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI RADIO SIARAN DULU, KINI, DAN MENDATANG

Senin, 22/05/2017 20:42 Asep Sugiantoro

Y. Bambang Triyono, M.Pd.

[Artikel ini pernah dimuat di Majalah Broadcastmagz Edisi Bulan April 2017]

Berbicara mengenai radio siaran , yang ada dibenak kita pasti terlintas alunan musik dan kata-kata yang diucapkan oleh penyiar dan sederetan kalimat berita yang dibaca oleh pembaca berita. Sebagian orang pasti berpendapat bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, radio akan semakin tenggelam dan tidak populer lagi. Tidak ubahnya dengan teknologi lainnya, radio secara berangsur-angsur berevolusi dan jumlah pendengarnyapun berfluktuasi, bisa semakin banyak bisa semakin menurun. Faktanya, seiring dengan kemajuan teknologi radio berevolusi dan bersaing dengan teknologi lain untuk menarik pendengar.

Radio adalah sebuah perangkat komunikasi dengan menggunakan media gelombang elektromagnetik. Walaupun perkembangan teknologi informasi mengalami kemajuan pesat, tetapi radio seakan masih memainkan peranan penting sebagai media komunikasi dan penyebaran informasi. Selain dapat mendengarkan musik dan berita, kita juga dapat berdiskusi mengenai topik-topik tertentu.

Sekedar mengingatkan kembali, keberadaan radio tidak lepas dari sebuah penemuan oleh Hans Christian Oersted yang menyatakan bahwa pada tahun 1820 sebuah medan magnet tercipta disekitar kabel dan terdapat arus yang mengalir pada kabel tersebut. Pada tahun 1830 seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris Michael Faraday mengkonfirmasi teori Oersted tersebut dan menemukan sebuah prinsip induksi elektromagnetik.

Pada tahun 1864, James Clerk Maxwell ilmuwan dari Cambridge University mempublikasikan sebuah paper ilmiah yang menyatakan bahwa arus elektromagnetik dapat dirasakan dari kejauhan. Maxwell juga menyatakan bahwa arus gelombang tersebut berlari secepat cahaya. Pada tahun 1880, seorang ilmuwan Jerman, Heinrich Hertz menguji teori Maxwell. Ia berhasil memproduksi gelombang elektromagnetik dan menyatakan bahwa prediksi Maxwell tentang kecepatan gelombang elektromagnetik tersebut benar. Tidak lama kemudian Guglielmo Marconi, seorang penemu Itali membawa gelombang elektromagnetik kedalam laboratorium dan kedunia keradioan.Marconi memulai percobaan siaran jarak pendek di halaman belakang tempat tinggalnya. Pada September 1899, ia mengejutkan dunia dengan mengirim telegrap hasil perlombaan balapan perahu kayak dari sebuah kapal di laut ke stasiun di darat di New York. Sebelum tahun 1901 Marconi telah melakukan eksperimen tanpa kabel dan menyiarkan sinyal transatlantic untuk pertama kalinya.

Sebuah penemuan oleh seorang peneliti Amerika Lee De Forest mendorong secara signifikan perkembangan radio. Pada tahun 1907 Lee De Forest mengenalkan pengarah sinyal audio yang telah ia patenkan, yakni sinyal frekuensi radio diperkuat (amplified) secara dramatis. Seorang penemu Amerika lain, Edwin Armstrong mengembangkan sebuah sirkuit superheterodyne pada tahun 1918, dan tahun 1933 menemukan bagaimana siaran radio Frequency Modulation (FM) dapat diproduksi. FM memiliki sinyal siaran yang lebih jernih dibanding AM.

Seiring dengan penemuan tersebut, tuntutan publik terhadap kemajuan radio semakin menguat. Siaran hiburan muncul pada tahun 1910, termasuk program milik Lee De Forest yang ia siarkan dari Metropolitan Opera House di Kota New York. Sebuah ujicoba siaran hiburan berbasis di Wilkinsburg, Pennsylvania dilakukan dan menjadi stasiun radio komersil pertama.

Periode akhir thaun 1920-an dan awal 1950-an menjadi era emas radio (golden age of radio) saat komedi (lawakan) drama, pertunjukan variasi (variety show), pertunjukan permainan (game show) dan pertunjukan musik populer menarik jutaan pendengar di Amerika. Namun pada tahun 1950-an dengan munculnya televisi, era emas radio semakin menurun. Namun demikian, radio masih saja tetap menjadi kekuatan menyiarkan budaya populer. Kemajuan teknologi siaran stereophonic yang dimulai tahun 1960-an membantu radio tetap berada dalam popularitasnya.

Diantara kemajuan kontemporer di bidang radio adalah munculnya Digital Audio Broadcasting (DAB). DAB memberikan suara sekelas kualitas compact disk tanpa ada interfensi jarak. Para pendengar siaran DAB dapat juga menjadi pemirsa: informasi semacam jadual program (siaran), informasi lalu lintas dan cuaca secara digital dapat ditampilkan pada layar monitor stereo atau-layar-LCD.

Sudah lebih dari 100 tahun usianya, radio masih menjadi kekuatan di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat. Menurut laporan Arbitron tahun 1998, lebih dari 95 prosen orang Amerika mendengarkan radio paling tidak sekali seminggu. Dengan teknologi termasuk DAB, gelombang radio yang ramah ini nampaknya tetap akan mampu mempertahankan kekuatannya hingga waktu tak-terbatas-mendatang.Radio Satelit

Radio satelit mentransmisikan gelombang audio menggunakan sinyal digital. Berbeda dari sinyal analog yang menggunakan gelombang kontinyu, gelombang suara ditransmisikan melalui sinyal digital yang terdiri atas kode-kode biner 0 dan 1. Sinyal ini ditransmisikan ke daerah jangkauan yang jauh lebih luas karena menggunakan satelit. Namun siaran radio hanya dapat diterima oleh perangkat khusus yang bisa menerjemahkan sinyal terenkripsi. Siaran radio satelit juga hanya bisa diterima di tempat terbuka dimana antena pada pesawat radio memiliki garis pandang dengan satelit pemancar. Radio satelit hanya bisa bekerja yang tidak memiliki penghalang besar seperti terowongan atau gedung. Oleh karena itu perangkat radio satelit banyak dipromosikan untuk radio mobil. Untuk mendapat transmisi siaran yang baik, perlu dibuat stasiun repeater seperti di Amerika agar kualitas layanan prima.

Perangkat yang mahal (karena menggunakan satelit) membuat sistem ini komersil. Pendengar harus berlangganan untuk dapat mendengarkan siaran radio. Meskipun begitu kualitas suara yang dihasilkan sangat jernih, tidak lagi terdapat noise seperti siaran radio konvensional. Selain itu sebagian besar isi siaran juga bebas iklan dan pendengar memiliki jauh lebih banyak pilihan kanal siaran (lebih dari 120 kanal).

Perusahaan penyedia satelit radio dunia adalah Worldspace yang melayani siaran radio satelit di Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika. Worldspace memiliki tiga satelit yang melayani wilayah berbeda. Di Indonesia, sampai tahun 2002 Worldspace telah bekerja sama dengan RRI, Radio Trijaya, Borneo Wave Channel (Masima Group), goindo.com dan Kompas Cyber Media sebagai pengisi konten layanan radio satelit dengan menggunakan satelit Asia Star.

Radio Internet

Hipotesa yang menyatakan bahwa (siaran) radio akan habis ditelan zaman, tidak bisa dibuktikan. Hal itu terbukti radio tetap exist seiring dengan perkembangan teknologi di era internet ini. Bahkan radio secara signifikan mampu mengikuti kemajuan teknologi dengan mengimbangi teknologi tersebut. Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, (kecuali masyarakat pinggiran yang belum mengenal teknologi, mungkin hanya sebagian kecil, karena masyarakat pedesaanpun kini sudah mengenal internet), mengetahui dan dapat menggunakan internet. Radio pun memanfaatkan jaringan internet untuk siarannya, maka kini ada dikenal Radio Internet.

Radio internet juga disebut web radio, net radio, streaming radio atau e-radio adalah layanan penyiaran audio yang ditransmisikan melalui internet. Penyiaran yang dilakukan melalui internet disebut sebagai webcasting. Layanan radio internet dapat diakses dari belahan dunia manapun, misalnya, orang dapat mendengarkan stasiun radio Australia dari Eropa, Amerika, dan Asia.

Cara yang digunakan untuk menyiarkan radio internet adalah melalui teknologi streaming, yaitu teknologi yang dapat menerima serta mengirim informasi dari satu pihak ke pihak lain menggunakan alat yang dapat menerima aliran media streaming tersebut juga. Teknologi streaming ini menggunakan lossy audio codec, yaitu program komputer yang berfungsi untuk mengkompres audio maupun video berdasarkan data yang diformat melalui streaming suara ke radio internet. Format audio streaming termasuk MP3, Ogg Vorbis, Windows Media Audio, RealAudio dan HE-AAC (kadang-kadang disebut aacPlus).(Wikipedia).

Jumlah stasiun radio internet Indonesia semakin meningkat seiring munculnya host server lokal yang menyediakan layanan radio streaming berbayar. Terdapat lebih dari 3000 stasiun radio internet di Indonesia. Penggunaan radio internet cukup mudah yakni dengan menggunakan aplikasi RealPlayer, Winamp dan software audio player lain di komputer. Radio internet ini bisa didengarkan melalui melalui webcast, winamp, i-tunes, win media player ataupun mobile phone. Untuk yang bisa diputar di winamp bisa langsung klik urlnya atau salin url dan tambah url di playlist.

Teknologi (Komunikasi) Radio Masa Depan

Telah kita saksikan kenyataan bahwa radio tidak pudar sekalipun digempur oleh teknologi yang semakin canggih, karena radio mampu mengikuti perkembangan dan mengadaptasikan diri terhadap teknologi tersebut. Di masa depan kita belum akan mengetahui apa yang akan terjadi 10 tahun yang akan datang, dan perubahan serta perkembangan apa yang akan terjadi pada 10 tahun mendatang, karena para ahli dan ilmuwan diluaran sana masih berfikir keras untuk mengembangkan teknologi-teknologi yang ada pada saat ini.Teknologi itu yang nanti akan mampu mempermudah setiap aktivitas individu. Selain mempermudah aktifitas setiap orang, teknologi ini akan membuat kehidupan semakin menarik.

Mengutip laman (https://asriyuliana09.wordpress.com/2013/03/25/prediksi-teknologi-komunikasi-masa-depan/ disebutkan bahwa perkembangan teknologi yang akan hadir pada 10 tahun yang akan adalah “Kacamata Headset Digital”. Alat ini berbentuk layaknya seperti kacamata biasa yang langsung tersambung dengan sebuah headset. Saat menggunakan alat ini, kita akan mampu melihat menu-menu yang tersedia hanya dengan menekan salah satu tombol yang tersedia di gagang kacamata tersebut. Ketika sudah masuk ke menu, kita hanya perlu menggerakkan tanggan kita ke udara, dengan gerakan seolah olah sedang menggeser ataupun menekan sebuah tombol layaknya touch screen namun letak perbedaannya ialah kita tidak menyentuh layar apapun tetapi hanya menyentuh atau menggerakkan tangan ke udara. Alat ini bisa berfungsi sebagai alat komunikasi, karena bisa digunakan sebagai telpon dan juga mampu menerima dan mengirimkan sms layak-sebuah-handphone.Alat ini dapat menghubungkan kita langsung ke internet, sehingga lebih mempermudah kita untuk mengakses internet kapanpun dan dimanapun kita berada dengan hanya membawa sebuah kacamata. Ketika menggunakan alat ini kita akan merasakan bahwa kita mampu menggenggam dunia, karena kecanggihan dari alat ini sudah tidak diragukan lagi. Dengan dapat tersambungkannya alat ini ke internet, secara otomatis pula para pengguna radio internet juga dapat mengaksenya seperti halnya menggunakan teknologi streaming saat ini. Jadi, radio tidak akan pernah tertinggal dan selalu akan mensejajarkan diri dengen kemajuan teknologi.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

yebambangtri:konsultan rki kbs seoul 1999-2001